Coz I`m a Sun Flower


SebeLzz,,,,
June 30, 2006, 7:33 pm
Filed under: Uncategorized

seminggu ini ku SMS dia, Tak kunjung ada balasan, kutelpon tak diangkat,,,

SebeLLLzzzzzz……..

sebenarnya Knapa sih?

Huhhhhhh,,,haruskah kutelpon lagi dia, padahaL sudah berapakali dicuekin??

Semaleman aku keseL, nonton sambiL ngomel2, makan gak nAfsu, andai kamu tau itu matahariku,,,

Menerka hati, aku sebel padamu kali ini, SUNGGUH!!!

01-07-2006



Merenungi jiwa yang Kelu
June 12, 2006, 11:32 pm
Filed under: Aku Kalut

30 Purnama terjaLin, sebagai matahari tentu memberi hidup baru bagiku,
Pagi tadi, purnama terakhir yang aku singgahi…matahari sudah menyubLim bagiku..
Kadang ada rasa takut ketika ku tahu kalau sinar itu memang bukan untukku
masih ada hati untuk mengejar sinar itu, karena bunga matahari dulu tak bisa hidup tanpa sinar matahari
emmmm, tahukah keputusan si bunga matahari?!?
YUPz…bunga matahari kini tak sendiri, matahari memang harus menyinari serunai lain, bunga matahari akan belajar bagaimana caranya hidup tanpa belaian sinar matahari…
padahal sebenarnya, bunga matahari ini bisa gugur sebelum waktunya, tapi semoga bisa melewati masa gersang ini sepenuh hati,

Bunga matahari tak pernah kenal patah semangat.
Matahri selalu menjadi inspirasi disetiap kata, rahasia hati dan misteri hidupku…

Semalam tadi aku merenung, akankah matahari memang untukku?

warnet Rajawali-Plaju



EFEK KURANG TIDUR PADA KECERDASAN EMOSI REMAJA
June 8, 2006, 9:29 pm
Filed under: Essai

 Penelitian
tentang remaja telah banyak dilakukan oleh para ahli, misalnya yang berkaitan
antara kecerdasan emosional dengan tingkat stress dan agresivitas, ataupun
kemampuan memori remaja dilihat dari metode belajar yang dilakukannya. Namun
dari, penelitian terbaru menyatakan adanya pengaruh yang sangat signifikan
akibat kekurangan tidur (sleep deprivation) pada remaja.

Tidur merupakan aktivitas
sehari-hari yang dilakukan jika tubuh merasa lelah. Jam tidur yang baik
berkisar antara 7-8 jam perhari, walaupun ada beberapa orang yang tidur kurang
dari jumlah tersebut. Namun menurut penelitian yang dilakukan oleh Carpenter
dan Graham menyatakan bahwa para remaja sering kali mengalami gangguan
kekurangan tidur (sleep deprivation). Menurutnya, remaja sering
terlambat tidur dan bangun lebih siang karena adanya perubahan denyut jantung
yang diakibatkan oleh perubahan hormon yang dihasilkan oleh otak. Selain itu,
perkembangan teknologi seperti permainan lewat komputer, internet, video dan televisi juga menjadi penyebab utama
kurangnya tidur pada remaja.

 Menurut Dement kita mempunyai siklus tubuh yang lamanya kurang
lebih 24 jam, yang disebut Circadian yang merupakan salah satu irama
tubuh intrinsik yang terbentuk oleh hipotalamus dan kemudian membentuk
jam tubuh (body clock) dalam kisaran 25 jam. Circadian juga
mempengaruhi hormon Adrenalin dalam darah sebagai dampak dari
meningkatnya aktivitas tubuh pada siang hari dan akan menurun pada saat malam
tiba. Sehingga dengan sendirinya menyebabkan orang dapat tidur dan bangun
dengan sendirinya.

Namun yang perlu dicermati
sekarang adalah kekurangan tidur (sleep deprivation) ternyata berdampak
secara tidak langsung pada gangguan proses belajar remaja di sekolah, dan
secara langsung pada gangguan memori dan kesehatan emosi. Siswa yang mengalami
kurang tidur akan mengalami hambatan pada proses belajar di kelas karena
kemampuan kognitif yang semakin terbatas. Bahkan Maser dan Kuo (sitat dalam
Read, 2002) menemukan bahwa kurang tidur terutama berdampak pada kemampuan
motorik dan kognitif, koordinasi tangan dan mata, ketepatan dalam memperkirakan
sesuatu, serta kewaspadaan dan konsentrasi. Selain itu, kekurangan tidur juga
berpengaruh pada kesehatan mental seseorang.

Jangan Sepelekan Jam Tidur

 Walaupun
setiap orang membutuhkan waktu untuk tidur, namun setiap orang memiliki jumlah
waktu tidur yang berbeda-beda. Waktu tidur yang cukup diperlukan oleh seseorang
agar fungsi-fungsi tubuh yang lain dapat bekerja secara optimal.

Banyak yang mengatakan bahwa
kualitas tidur jauh lebih penting daripada jumlah waktu tidur. Bahkan beberapa
remaja seringkali mengabaikan waktu tidur dengan berbagai alasan. Namun, hasil
berbagai penelitian membuktikan bahwa jumlah waktu tidur optimum yang
dibutuhkan oleh seorang remaja berkisar antara tujuh setengah sampai dengan
sembilan jam perhari. Apabila, remaja mempunyai jumlah waktu tidur yang tidak
cukup, orang tersebut dikatakan menderita kekurangan tidur (sleep
deprivation)
, sedangkan waktu tidur yang optimum ini dibutuhkan untuk memeperolah manfaat yang maksimal dari
proses tidur itu sendiri, seperti regenerasi sel-sel tubuh, menjaga kemampuan
memori, perhatian atau konsentrasi dan juga kesehatan emosi.

Ketika remaja sudah mulai
mengantuk dan lelah akibat kurang tidur dengan sendirinya akan mengurangi
kemampuan konsentrasi belajar bahkan membuat remaja cepat lupa dan sulit
menangkap pelajaran. Hal ini diperkuat oleh Maas, Carskadon dan Dahl  ( sitat dalam Read, 2002) bahwa
kecemasan, kesulitan perhatian dan depresi meningkat pada keadaan kekurangan
waktu tidur. Selain itu, motivasi, humor, dan kemampuan sosial seringkali
mengalami penurunan.

Kecerdasan Emosi Penting Bagi Remaja

Emosi merupakan bagian dari
suatu sistem manajemen untuk mengkoordinasi rencana-rencana dan tujuan setiap
individu karena desakan waktu dan sumber-sumber lain. Sementara itu, kecerdasan
emosi adalah suatu kemampuan untuk mengindera, memahami, dan menerapkan
kekuatan serta ketajaman emosi sebagai sumber energi.

Aspek-aspek kecerdasan
emosional terdiri atas dua aspek. Pertama, kecerdasan intra-personal yang
mencakup kemampuan mengendalikan dorongan hati, kemampuan memotivasi diri
sendiri, dan kemampuan bersikap optimis. Kedua, kecerdasan antar-personal yang
meliputi kemampuan untuk berempati pada orang lain.

Jadi, bisa diasumsikan bahwa
remaja yang memiliki kecerdasan emosi memiliki kemampuan sebagai berikut;
Kesadaran diri (Self-awarness), mampu mengendalikan dorongan hati (
Self-control), mampu memotivasi diri sendiri, mampu optimis dan berempati
,serta memiliki kemampuan untuk membina hubungan atau kecakapan sosial.

Remaja mempunyai posisi yang
strategis dalam perkembangan perilaku bangsa dan oleh karenanya menjadi sangat
penting bagi para orang tua untuk memberikan perhatian yang serius dari
kebiasaan tidurnya. Pola tidur remaja yang baik akan menciptakan remaja
berkualitas yang cerdas emosi dan akalnya.  

Daftar Pustaka;

Read,B.F. (2002). Sleep Deprivation.
Retrieved from http://www.apa.org/ed/topss/bryanread.html.

kamar gelap, gw yang Lagi kena Insomnia..



About Friendship…..
June 8, 2006, 3:31 am
Filed under: Uncategorized

FriEnd is tHe othEr souL that we have…
In my humbLe opinion, teMen adaLah sebuah karuNia tuhan yang luaR biasa…
teMen seJati bakaL datang ketika kaMu berKata: “uuh…i’m so woozy with my probLems..”
dya bakaL ngasih beSt soLution to soLve de pRobLem yang sedang kita hadapi,
At worst…sebuah support dari dya paling gak bikin hati kita sedikit Lega ato dari support yang mereka kasih bisa muncuLin cara bwat mecahin masaLah kita itu.
Gak Cuma saat kita lagi ada probLem doang, teMen sejati itu seLaLu ikut ngerasain bahagia ketika kita Lagi seNeng…
Tapiii..yang namanya teMen sejati gak gampang buat di temuin…
Sesuatu yaNg suLit bwat Kita nemuin sosok orang Yang mau diajak Sama2 diSaat Suka atopun Duka…Apalagi Dijaman seKarang ini,,,




A Piece Of Puzzle
June 7, 2006, 11:24 pm
Filed under: CERPEN Guwe

Karima membanting semua boneka
pemberian
Ryan.
Kini semua boneka itu seakan tak ada artinya lagi setelah dengan mata kepalanya
sendiri, Ia melihat Ryan tengah asyik bercumbu mesra dengan Styka.

”Keseeeeel,”
teriak Karima dari dalam kamar. Tubuhnya berpeluh dan basah oleh airmata.
Rasanya nafasnya seakan sesak. Beban berat seperti menggantung dipundaknya.
Sungguh menyakitkan.

Sudah
beberapa kali Karima merasakan begitu banyak cowok yang mengecewakan dirinya. Padahal
ia sudah tampil seadanya, nggak dandan yang norak kayak cewek-cewek kampung.
Tapi, tetap saja pacarnya itu suka shopping
kanan-kiri. Plarak-plirik pada cewek baru yang mungkin lebih manis darinya.

”Ryan
Jahaaat,” teriak Karima lagi.

Bingung
menyergapi relung hati Karima. Antara mempertahankan hubungannya dengan Ryan
yang sudah terjalin hampir setahun. Atau segera memutuskan hubungan dengan
cowok tak bernurani itu. Tiba-tiba Karima teringat pada sosok cowok di masa
lalunya. Farhan yang dulu sempat ditolaknya berkali-kali. A piece of puzzle
yang kadang membuatnya rindu juga. Karima memencet tombol tengah hp.

”Hi,
Ryan. Karima nih. Masih inget, kan?”
sapa Karima lembut.

 ”Ohh… baik, salam sehat! Tumben Loe telepon Gue. Emangnya ada kabar baru
apa nih?” tanya Farhan penasaran. Farhan masih tak percaya cewek manis ini mau
menelponnya, setelah beberapa kali ia dijadikan olehnya sebagai sang Arjuna
yang tertindas oleh cinta.

”Gue
sekarang boring banget. Ryan ngeduain Gue ama Styka. Gimana yaa caranya biar
Gue bisa mutusin dia?” tanya Karima polos.

Farhan
mengernyitkan dahinya. Rada bingung juga cewek idola yang dulunya berkali-kali
nolak dirinya ini malah sekarang minta nasihat gimana caranya nolak cowok
secara bijak. Bukankah dulunya dia yang paling pinter nolak cowok. Mungkin
sudah berpuluh-puluh cowok termasuk Farhan yang sudah patah hati karenanya.

“Ayo…gimana
dong, my sweet puzzle,” paksa Karima manja.

Farhan teringat kata-kata terakhir
Karima di e-mail dulu, saat dia ditolak mentah-mentah oleh cewek pujaan hatinya
itu.

Makasih banget atas sinar-sinar cinta yang
ditebarkan ke Gue melalui angin. Seperti sinar tulus Matahari kepada Sun flower
yang memberinya kehidupan. Mestinya Sun Flower tak boleh melupakan Matahari
yang sudah membuatnya lebih berharga dibanding
bunga-bunga yang lain. Namun, sungguh Sun flower ini sudah punya
Serangga lain, yang juga memberikan
secercah kehidupan baru. Maaf, mungkin kita hanya akan jadi teman baik. Loe
adalah A piece of puzzle bagi Gue. Meski kecil tapi sangat berarti banget.

Teriakan
Karima di ujung telepon memecah lamunan Farhan.

”Gimana
dong?” Karima tampak kesal.

”Mudah kok,
Loe tinggal kirim e-mail ke dia, trus SMS dan minta dia buka e-mailnya, gampang
kan?” Sebenarnya Farhan cuma ingin mengingatkan pada Karima, gimana caranya
Karima dulu nolak dia.

Mendengar
jawaban Farhan
, Karima merasakan dirinya seperti
tersindir. Bukankah dulu dia menolak Farhan dengan cara itu juga. Ada sedikit
rasa malu menyergap secara tiba-tiba di relung hati Karima. Hatinya seperti
tersantuk di batu kerikil yang tajam.

”Makasih.
Kadang Gue berfikir mungkin ini sebuah karma buat Gue, atas apa yang pernah Gue
lakukan dulu sama Loe. Setiap hubungan yang Gue jalin selalu kandas, ada saja
masalah dan aral yang melintang.”

Farhan
benar-benar tak menyangka kalau Karima akan berkata seperti itu. Tapi bagi
Farhan tak ada istilah karma dalam bercinta. Terlalu kejam jika membuat istilah
seperti itu. Farhan hanyalah sekeping Puzzle. Tapi bukankah
sekeping Puzzle yang hilang bisa bikin gak akan utuh terbentuknya sebuah
gambar. Gambar itu sebuah kehidupan, harapan, makna atau hakekat yang ingin
dicapai dalam sebuah pencarian.

”Dulu Loe
pernah bilang ke Gue. Ryan adalah Serangga yang mampu memberikan secercah
kehidupan baru bagi Loe. Sebenarnya, Serangga hanyalah sebuah binatang lucu
yang banyak jumlahnya. Masih banyak lagi serangga-serangga lain yang mungkin
kelak beri kebahagiaan baru untuk Sun flower.”

”Sebenarnya
dalam hidup ini pasti ada seneng dan bahagia. Dua-duanya saling mewarnai. Gak
akan seimbang jika
cuma bahagia yang dirasa.
Buram pula dunia bila hanya sedih yang merajut kehidupan” sambung Farhan.

”Thanks ya,
Loe Matahari bagi Gue, mungkin Gue harus pandai bersyukur saat bahagia itu
datang, dan bersabar saat derita itu menyerang. Tapi mungkinkah kalau Matahari
sengaja menempatkan dirinya begitu tinggi agar Sun flower menyadari
kehadirannya?”

”Sudah
menjadi bahasa Tuhan matahari di tempat yang tinggi, menyinari dari ketinggian
bukan berarti angkuh. Karena sayangnya itulah dia berada di tempat yang tinggi,
agar dunia tetap dapat menikmati indah warna sun flower, bukankah demikian?”
Farhan tersenyum.

”Terlambat..
sun flower terlanjur kerontang, semoga matahari bisa mengerti” jawab Karima
datar.
Farhan terduduk lemas, mencoba mencerna kata-kata
Karima barusan

 

 



Pliz..Jangan Datang, Pagi!
June 7, 2006, 10:31 pm
Filed under: Religion

Rasanya….aku ingin Jangan Datang, Pagiku!
BiarLah tetap siang atau cukup hanya malam saja
Pagiku terasa akan sangat sesak
Bayang-bayang usia
Misteri prilaku
tentang cinta
Mimpiku
Rasa takutku

Datanglah, jika memang sudah takdir untukku….
Dunia tak dapat kubalik
Umur tak dapat kutarik
Amal tak dapat ditunda
Cinta tak dapat menunggu

( teringat aku akan umurku yang kian menipis)



Dari Matahari….
June 7, 2006, 10:15 pm
Filed under: PUISI

AKU INGIN
KAU BERCERITA
TENTANG ASA KAU PUNYA
ATAU DETIKKU YANG SIA
AKU INGIN
KAU MENERKA
AKAN DINGINNYA KUASA
ATAU EGOMU YANG TERCIPTA

Puisi Favorit yang pernah dikirimkan secara khusus untukku

RajawaLi_Net…
Tentang Hampa…cinta..dan harapan…



PRINCE CHARMING IDAMAN
June 7, 2006, 10:07 pm
Filed under: CERPEN Guwe

Won_bin

Marsha bersenandung lirih. Matanya
sambil merem-melek—seolah sedang menghayati lagu “First Love”nya Utada Hikaru.
Sementara Lili yang
berada disampingnya mau nggak mau jadi tertawa terpingkal-pingkal melihat gaya temannya
itu.
Marsha emang
suka seneng dadakan, githu juga kalo sedih suka tiba-tiba. Walhasil, bikin
orang yang ada didekatnya jadi keki.

Tiba-tiba Marsha mingkem. Suaranya
hilang menyublim entah kemana. Dia terduduk lemas sambil menopang dagunya yang
lancip. Lili jadi tambah bingung menyaksikan tingkah temannya itu.
Diperhatikannya wajah Marsha yang berubah sendu dari ujung kaki sampai ujung
rambut.

“Loe gak sakit kan, Sha?” tanya Lili
hati-hati, takut
Marsha
tersinggung.

“Ng-gak papa kok. Menurut Loe Prince Charming itu ada gak di dunia
nyata?”

 Lili terdiam sebentar seolah sedang mikir.
Beberapa saat kemudian dia tersenyum dan membenarkan letak kacamatanya biar
kesannya rada berwibawa.

“Kalo dari majalah remaja yang Gue
baca, pastinya prince charming itu cakep, pinter, kaya, baek, gak gaptek,
modis, dan memiliki segudang kasih sayang yang siap disebarkan pada dunia,”
jawab Lili sok diplomatis.

“Deuu segitunya…kayak IMF aja suka
nyebarin dana pinjeman buat sedunia…,” seru
Marsha.

“Mmm…kalo prince charming itu
beneran ada, betapa bahagianya si cewek yang ngedapetinnya.” sambung
Marsha antusias.

“Tapi…Sha…,” Lili terlihat bingung
dan sengaja menggantungkan kalimatnya biar
Marsha penasaran.

“Tapi kenapa, Li?” beneran
wajah
Marsha penasaran
banget jadinya.

“Pastinya prince charming mau milih
bidadari yang cantik luar dalam juga kan? Kalo kita berdua luarnya udah biasa-biasa
aja, dalemnya lebih biasa lagi. Mana ada prince charming yang mau ngelirik
kita,”

“ Iya juga yah, tapi kita harus
OPTIMIS…SMANGAT…kali aja ada prince charming kesasar trus nggak sengaja
ngelirik kita yang hamba sahaya ini.”

“Yup ! OPTIMIS…kita mulai pencarian
prince charming kita, setuju ?” tanya
Marsha sambil melebarkan telapak tangannya mengajak beradu TOS tanda
kesepakatan.

Lili menyambut telapak tangan Marsha dan
dengan cepat mereka beradu TOS.

****

Sore yang gemericik, dua gadis berbaju
modis sibuk mengaduk-aduk tumpukan baju sale
yang sengaja diletakkan di dalam boks khusus. Sudah seminggu ini mereka sengaja
nggak jajan seminggu, ngumpulin duit buat borong baju yang lagi sale.

Beberapa hari sebelumnya mereka sudah
sibuk membolak-balik beberapa majalah remaja. Mengamati baju-baju yang lagi
tren. Kata mereka sih prince charming pastilah jeli soal fashion, setidaknya
mereka harus tampil lebih gaya dari sebelumnya.

“Ahhh….kerennya,” teriak Lili
histeris ketika berhasil mendapatkan sebuah kemeja kotak-kotak warna merah di
sela-sela tumpukan baju.

Li, Loe jangan mau enak sendiri dong, cariin Gue juga yang
keren kayak githu,”pinta
Marsha memelas.

Akhirnya mereka berdua sibuk
mengaduk-aduk baju-baju sale itu
lagi. Pake acara teriak-teriak histeris kalo mereka menemukan baju yang lumayan
untuk dijadiin modal buat nge-gaet sang prince charming idaman.

“Maaf Dik, bajunya jangan dibikin
berantakan gini sih, saya
kan repot ngerapiinnya nanti.” ujar Mbak Pramuniaga sewot.
Muka mereka berdua jadi berubah kayak kepiting yang disiram pake air mendidih,
malu.

“Sha, apa baiknya kita kabur aja
sekarang. Sebelum tempat ini dikerubutin banyak orang,” usul
Lili cerdas.

“Yuk!” Marsha
menggamit tangan Lili dan mereka berdua melengos keluar, pura-pura cuek seolah
tidak terjadi apa-apa.

Sementara itu Pramuniaga yang merasa
dikerjai gadis-gadis itu, tampak ngedumel dan mengeluarkan semua sumpah serapah
paling canggih dan ampuh, tentunya sambil melipat semua baju yang berserakan.

****

Dua gadis modis yang sudah merasa
terbebas dari kejaran pramuniaga tadi meringkuk sebentar dipinggir eskalator.
Sedikit menenangkan urat syaraf pikir mereka.

"Eskalator kalo hari libur pasti rame ya, Sha! Liat aja tuh ampe
desek-desekan gini, ampun deh…," rutuk Lili dengan napas masih tersengal.

"Loe aneh aja, Li. Orang refereshing itu yah hari libur. Lagian
orang Indonesia itu emang terkenal mau praktis. Mana mau olah raga di Mall.
Makanya liat tuh tangga darurat pada sepi, hehehehe…,"

"Ssstt..tapi, Sha Loe liat tuh banyak yang manis lewat,"

"Mana?"

Mata mereka sibuk menguntit wajah-wajah cowok manis yang seliweran di
depan mereka. Sepertinya pinggiran eskalator jadi tempat yang strategis
sekarang. Bukankah Prince Charming itu bisa dicari dimana aja. Itu prinsip yang
dipegang kuat oleh dua sohib yang udah bersahabat sejak TK ini. Tiba-tiba bola
mata mereka saling tatap. Dengan ekspresi Agak sedikit terkejut rupanya.

"Sha, itu kan Kak Renaldo, gebetan Gue. Kok dia jalan sama Rinda
sih? Gue gak terima, Sha. Gimanapun juga dia udah jadi gebetan Gue sejak kelas
1."

" Easy going aja, Li. Masih banyak gebetan laen kok. Lagian cinta
itu gak bisa menunggu. Cinta kudu diucapkan dengan kata-kata dan
perbuatan," Marsha mencoba menenangkan hati Lili yang sedang broken
heart.

"Gue jadi mikir. Kayaknya emang bener kalo yang cantik pasti dapet
yang cakep juga. Yang pinter ama yang pinter. Loe liat kan, Rinda itu kayak
bidadari, serasi banget sama Kak Renaldo yang tampangnya kayak Christian
Boutista,

"Loe jangan minder githu dong. Kita juga bisa cantik. Sekarang
banyak make-Up yang bisa bikin wajah kita lebih fresh, dan yang pasti, cantik
luar aja gak menjamin, wawasan ama pergaulan yang hebat itu lebih penting"
seru Marsha sambil menggamit tangan Lili masuk ke sebuah conter make-Up.

Di conter make-Up mereka diajarin cara dandan yang minimalis, praktis,
dan mereka jadi tau gimana cara pake Blush On, eye shadow, dan maskara
yang bener. Selama ini Marsha ama Lili cuma pake bedak tipis ama Lip Gloss
aja kalo pas lagi hang Out ke Mall.

Keluar dari Make Over di conter make-Up tadi bikin wajah mereka lebih fresh
dan PD. Marsha yang tadinya sedikit kecewa karena gebetannya lenyap, kini tersenyum
sumringah, seakan kekecewaan yang sebentar tadi menyublim ke udara.

*****

Siswa-siswa SMU 5 berhamburan keluar kelas ketika bel tanda istirahat
berbunyi. Marsha lari menuju toilet, karena hasrat mau pipisnya sudah ditahan
sejak satu jam tadi. Lili yang mengejarnya dari belakang sampai ngos-ngosan.  Sedikit ngedumel Lili masih menunggu Marsha
dari luar toilet, karena ada urusan penting yang mau Lili bicarain dengannya.

Diujung toilet Lili melihat Rinda sedang membicarakan sesuatu yang serius
dengan Renaldo. Lili bisa berfikiran begitu karena Lili melihat ekspresi wajah
Rinda yang kacau banget. Mukanya merah padam, seperti menahan tangis. Lili
sebenarnya merasa sedikit cemburu melihat mereka berdua, dan ingin segera kabur
saja dari tempat itu, tapi rasa penasaran lebih kuat menghardiknya. Akhirnya
Lili menguping pembicaraan mereka dari balik kaca toilet.

Marsha keluar dari toilet, melihat sobatnya itu, Marsha langsung
berteriak kearah Lili. Secepatnya Lili menarik lengan Marsha dan membungkam
mulutnya. Lili kemudian menunjuk kearah Rinda dan Renaldo. Sekejap saja, Marsha
mengerti maksud Lili.

"Loe gak cemburu, Li?" Tanya Marsha pelan.

"Emmm, iya juga sih. Tapi, mungkin kak Renaldo emang bukan yang
terbaik buat Gue,"

Rupanya pembicaraan dua sejoli itu cukup panas. Rinda mulai menangis dan
sedikit memekik. Tangannya menarik kerah baju Renaldo, tanda geram. Lili dan
Marsha tambah penasaran saja jadinya.

"Gue cemburu, Al…," teriak Rinda dengan sorot mata tajam.

"Tapi Gue gak ada apa-apa dengan Lili, cuma kenal di organisasi.
Tuduhan Loe itu gak berdasar pada alibi yang kuat, Rin."

Lili dan Marsha melongo.

"Maksudnya apa ini, Gue udah baca semua disini," Rinda
melempar buku harian milik Renaldo.

"Loe…baca buku harian Gue? Artinya Loe gak menghargai privasi Gue.
Loe tau kan, kalo Gue berusaha keras menghargai privasi orang lain, karena Gue
juga sebenernya gak pengen privasi gue terusik!"

"Loe suka sama Lili, kan? Udah jujur aja," tuduh Rinda lebih
keras.

"Rin, Gue emang suka sama Lili, sejak dulu. Gue gak pernah menilai
orang dari fisiknya. Gue suka dia karena dia cerdas, punya jiwa sosial yang
tinggi. Karena itu Gue takut kalo rasa suka Gue ke dia bisa bikin persahabatan
Gue dengan dia jadi rusak. Maka Gue lebih memilih bersahabat aja dengan dia.
Cinta ini Gue pendam aja. Sampai Gue kenal Loe dan perasaan itu udah berubah.

"Tapi, Al, itu sama aja nyakitin Gue,"

"Maafin Gue Rin, Gue juga sayang sama Loe. Sayang banget! Semenjak
kita jadian dan deket sampe sekarang, Gue sadar kalo cinta itu juga akan tumbuh
setelah ada kecocokan. Tentang Lili, sekarang perasaan itu sudah jadi seperti
perasaan antar sahabat,"

"Gue juga sayang sama Loe. Gue minta maaf ya udah bikin Loe kecewa
karena merusak kepercayaan Loe ke Gue,"

"Gak papa, Rin. Gue juga salah kenapa gak jujur dari awal. Kita
sama-sama saling percaya ya. Gue juga sadar kalo cinta itu gak harus berdiam
diri. Lili juga mungkin gak punya perasaan apa-apa sama Gue. Sementara Gue udah
beruntung banget punya cewek yang sayang sama Gue."

"Makasih, Al."

Marsha menatap wajah merah Lili yang menahan tangis. Dirangkulnya
sahabatnya itu. Ucapan dia kemarin ke Lili benar terbukti. Kalo cinta itu kudu
diungkapkan, tidak hanya disimpan dalam hati.

"Andai Gue bilang ke Kak Aldo kalo Gue suka dia, mungkin kita dah
jadian kali ya?" Tapi gue seneng kok kalo dia juga bahagia sama
Rinda,"

"Nah itu baru temen Gue, yuk kita ke kantin biar Gue yang traktir.,
Setuju?"

"Setuju banget!" Jawab Lili pasti.

Di perjalanan menuju kantin, Marsha dan Lili terpaku melihat dua sejoli
yang sepertinya baru aja jadian. Aduuuh…mesranya. Siapa yang tak kenal si
cantik Mayang, sang primadona sekolah. Banyak banget cowok yang antri
plarak-plirik dengannya. Siapa juga yang tak kenal Mariadi, cowok kalem dari
desa Sukarejo yang pinter tapi dengan tampang yang sangat biasa-biasa saja.
Cowok yang istilahnya jauh banget dari kriteria Prince Charming idaman yang
layak untuk ditaksir cewek-cewek gaul disekolah. Kalo semua siswa tau mereka
jadian, Wuiiiih….beritanya bisa jadi headline di bulletin sekolah.

Marsha dan Lili menghela napas panjang. Mata mereka beradu pandang.
Seperti mengisyaratkan kata kalo sang prince charming idaman itu gak harus
cakep, anak basket, modis, pinter, kaya, atau punya segudang prestasi. Karena
yang penting, prince charming itu akan datang sendiri untuk kita bila waktunya
sudah tepat.

"28/05/2006;
Untuk matahari, sang Prince Charmingku

 



Aku GERAH…
June 4, 2006, 1:59 am
Filed under: Religion

Aku SUNGGUH GERAH…

Kisah Layla dan Qais Majnun seperti teruLang kembali nyata di keluargaku…
Itu terjadi pada bibiku. Entah Apa yang ada dibenak semua orang; bagiku pertengkaran, nafsu dan amarah itu seperti percikan-percikan api yang siap mengobar…

Aku benci..
NAJIS…

Knapa tak Langsung nikahkan saja, tidak haram jikamasih se-Aqidah.
Itu berontakku..
Tapi tiap kepala punya isi yang beda, punya rasa dan pikiran yang beda makna

Nafsu sungguh menggelora
andai bisa diajak kompromi sedikit saja

Hari ini aku enek!