July 14, 2006, 11:43 pm
Filed under: PUISI
Filed under: PUISI
Sendiri
detik itu berlari
Mengitari
lingkaran yang itu-itu saja
Dari mula
pagi berbilang
Hingga saat
fajar menjelang
Sendiri
menyulam rasa-rasa telah mati
Mengadu
pada diri, ditemui Cuma nyeri
Sangkakala
terlalu perkasa sekedar untuk dinanti
Karena
ruang gelap menggemakan raunggan maut
Tak
kusanggup namun siap merenggut
Saat itu
segelas teh hanggat telah berubah
Menjadi
genangan darah
Aku meraba
dinding dada
Kujumpai
lubang menganga
Hitam
sedalam-dalam
Lebih dari
yang pernah kau tahu tentang apa itu dalam
Ya itulah
aku kini
Yang
terbuang dalam ruang gelap tanpa sekat
Maafkan
bila biru laut pernah memenjara hatimu
Ampuni bila
mercusuar sempat buatmu menunggu
Dari Sang Teman Jiwa,
www.damarati.blogs.com
No Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>